KAPITALISME
Adapun kapitalisme merupakan cara produksi, secara luas dapat dijelaskan bahwa
kapitalisme sebagai: ”Suatu cara perekonomian yang berhubungan dengan
produksi-produksi apa saja yang dapat diselenggarakan dalam suatu perusahaan”.
Atau stelsel pergaulan hidup yang timbul dari cara produksi yang memisahkan
kaum buruh dari alat-alat produksi. Kapitalisme juga merupakan sistem ekonomi
yang filsafat sosial dan politiknya didasarkan kepada asas perkembangan hak
milik pribadi dan pemeliharaannya serta perluasaan paham kebebasan. Tetapi
siistem ini telah melahirkan banyak malapetaka didunia, akan tetapi ia terus
melakukan tekanan-tekanannya dan campur tangan politis, sosial, dan kultur
terhadap bangsa-bangsa didunia.
Kapitalisme atau Kapital
adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya
untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi
pasar guna keuntungan bersama. Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak
memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas. Beberapa ahli
mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa
pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankan
komersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak
sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan
benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna
proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan
modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin
dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai
lebih dari bahan baku tersebut.
SEJARAH
Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem
perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan
sebutan guild sebagai cikal bakal kapitalisme. Saat ini, kapitalisme tidak
hanya dipandang sebagai suatu pandangan hidup yang menginginkan keuntungan
belaka. Peleburan kapitalisme dengan sosialisme tanpa adanya pengubahan
menjadikan kapitalisme lebih lunak daripada dua atau tiga abad yang lalu.
Kapitalisme adalah salah satu pola pandang manusia dalam segala kegiatan
ekonominya. Perkembangannya tidak selalu bergerak ke arah positif seperti yang
dibayangkan banyak orang, tetapi naik turun. Kritik keberadaan kapitalis
sebagai suatu bentuk penindasan terhadap masyarakat kelas bawah adalah salah
satu faktor yang menyebabkan aliran ini banyak dikritik. Akan tetapi, bukan
hanya kritik saja yang mengancam kapitalisme, melainkan juga ideologi lain yang
ingin melenyapkannya, seperti komunisme.
Sistem Ekonomi Kapitalis
Adam Smith adalah tokoh
ekonomi kapitalis klasik yang menyerang merkantilisme yang dianggapnya kurang
mendukung ekonomi masyarakat. Ia menyerang para psiokrat yang menganggap tanah
adalah sesuatu yang paling penting dalam pola produksi. Gerakan produksi
haruslah bergerak sesuai konsep MCM (Modal-Comodity-Money,
modal-komoditas-uang), yang menjadi suatu hal yang tidak akan berhenti karena
uang akan beralih menjadi modal lagi dan akan berputar lagi bila
diinvestasikan. Adam Smith memandang bahwa ada sebuah kekuatan tersembunyi yang
akan mengatur pasar (invisible hand), maka pasar harus memiliki laissez-faire
atau kebebasan dari intervensi pemerintah. Pemerintah hanya bertugas sebagai
pengawas dari semua pekerjaan yang dilakukan oleh rakyatnya.[9]
Ide-ide Karl Marx
sangatlah penting. Dia sama sekali tidak menganggap kepemilikan alat-alat
produksi oleh individu swasta merupakan masalah utama kapitalisme. Yang ia
tolak adalah sebuah situasi dimana alat produksi dikontrol oleh minoritas dalam
berbagai bentuk untuk mengeksploitasi mayoritas. Eksploitasi semacam ini
mengambil bentuk dalam hubungan sosial di tempat kerja. Yakni para pekerja yang
tidak memiliki perangkat produksi, dan tidak memiliki komoditi untuk dijual
sehingga mereka harus menjual tenaga kerjanya untuk gaji (wage labour system).
Ini berarti mereka tidak memiliki kontrol dari hasil kerjanya. Dalam sebuah
sistem ekonomi seperti ini, tidak ada kemungkinan untuk merencanakan
perekonomian demi kepentingan masyarakat luas. Justru sebaliknya, setiap
kapitalis akan didorong oleh kompetisi untuk membangun usaha dengan
mengorbankan orang lain. Seperti yang dikatakan Marx, 'Akumulasi! Akumulasi!
itu adalah nabi-nabi baginya'. Ini berarti yang kuat memakan yang lemah, dan
sistemnya akan turun secara drastis sampai mengalami krisis ekonomi.
Marx, menyebut kondisi seperti ini keterasingan (atau alienasi) pekerja,
dan salah satu slogannya yang sangat terkenal adalah 'penghapusan sistem wage
labour".Di dunia moderen, modal memiliki bentuk yang bermacam-macam. Di
mancanegara terjadi swastanisasi perusahaan-perusahan milik negara.
Negara-negara lain seperti Swedia atau Italia masih memiliki sektor negara yang
besar, sedangkan di Cina dan Kuba perencanaan ekonominya masih dilakukan secara
terpusat. Tetapi di semua negara
itu analisa fundamental Marx masih sangat relevan. Alat-alat produksi masih
dikontrol oleh minoritas meskipun komposisinya sangat bermacam-macam dari para
pengusaha individu melalui sektor swasta dan birokrat yang bekerja di sektor
publik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar